Memulai Blog untuk mengembangkan Produk Digital

Blog atau dalam istilah SEO nya itu adalah Private Blog Network memiliki kemampuan penting untuk menumbuhkan Produk Digital anda
38  
       

Produk digital sebetulnya tidak ada bedanya dengan produk fisik tapi tetap masing-masing ada sisi spesifiknya. Membuat Blog adalah salah satu cara untuk membuat produk digital itu hidup. Disisi lain membuat blog juga bisa mendatangkan uang dari iklan, advertorial (jika blognya dah besar) dan juga kompetisi. Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan bagaimana cara memulai membuat blog supaya dapat mendukung produk digital anda.

Blog adalah Produk Digital

Seperti yang dibahas pada artikel sebelumnya mengembangkan bisnis digital dengan SEO ini hanya berlaku untuk produk digital saja. Karea blog itu adalah produk digital juga, maka SEO menjadi poin penting didalam artikel ini. Tapi sebelum jauh kesana kita akan mencoba membuat blog terlebih dahulu tahap demi tahap.

Membuat Blog

Sebelum membuat blog kita harus menentukan tema dulu sebelumnya. Blog apa yang mau kita angkat. Sebetulnya bisa aja tidak pakai tema, tapi kalau misalkan kita memang mau serius kenapa tidak? Berikut ini ada beberapa tema yang paling favorit untuk diangkat, antara lain:

  • Berita Harian
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan / Edukasi / Beasiswa / Formal / Informal / Disabilitas
  • Review Produk Elektronik
  • Tutorial / cara pembuatan / DIY
  • Situs Penyedia Template / Blog Download

Dari tema-tema tersebut hanyalah pilihan saja, boleh saja isinya curhat masalah pribadi, pertentangan politik, dan teknologi dan lain sebagainya. Asalkan jangan yang melanggar SARA saja meskipun bisa mendatangkan trafik yang luar biasa tapi kita tetap harus menjunjung tinggi moral. Kembali lagi ke pembahasan tema karena sebaiknya kita harus memilih berdasarkan Produk Digital yang akan kita besarkan. Bagaimana jika belum punya produk digital? Seperti yang dibahas pada pembukaan tulisan ini, blog ini juga adalah produk digital. Jadi, tenang saja ya.

Menyesuaikan Tema Blog dengan Contoh Kasus

Misalkan anda disuruh untuk menjadi Digital Marketer sebuah restoran, maka jika anda memilih tema hendaknya yang ada hubungannya dengan produk digital yang ingin anda dibesarkan (restoran). Bisa saja anda memilih tentang tema tentang tutorial pembuatan makanan atau membuat review restoran. Silakan anda tentukan sendiri, untuk contoh kasus ini kita akan pilih tutorial pembuatan makanan.

Membuat Blog Gratis

Setelah kita memilih tema, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Iya kita akan membuat blog terlebih dahulu. Membuat Blog ini tidak usah yang Berbayar dulu. Kita bisa memanfaatkan yang gratis seperti Blogger atau WordPress. Sebelum melanjutkan pembuatan blog, kita harus menentukan namanya dulu bukan?

Menentukan Nama Blog dengan Keyword

Untuk menentukan nama blog sebisa mungkin berisikan keyword andalan untuk produk digital anda. Mari kita kembali lagi ke si pemilik restoran, apa yang dia mau? apa yang menjadi daya tarik utama restorannya? Dan apa juga tujuan akhir dari produk digitalnya? Dalam contoh kasus kita akan membesarkan Restoran misalkan kata si pemilik restoran itu menu andalannya sate kambing dan pecel. Sebisa mungkin nanti nama blog nya itu adalah disekitaran sate kambing atau pecel. Setelah keyword didapatkan, mari kita bagikan menjadi 3 kata utama dan 7 kata utama.

  • contoh keyword 3 kata sate kambing andalan
  • contoh keyword 7 kata restoran sate dan pecel andalan

    Setelah keywordnya didapatkan, kita akan coba riset hasil keywordnya di mesin pencari google dan bing.

    Riset Keyword di Google dan Bing

    Untuk riset keyword di google dan bing sebaiknya memang menggunakan tools khusus seperti google keyword planner atau SEO Keyword tool lainya. Tapi anggaplah kita masih pemula dan belum punya budget, mari kita lakukan riset keyword secara ulung. Berikut ini caranya.

    1. Pertama buka chrome atau firefox kemudian gunakan sebagai guest mode.
    2. Ketikan keyword dimesin pencari kemudian catat jumlah hasil pencariannya
    3. Lakukan terus sampai semua hasilnya didapatkan
    4. Ketika proses ini berjalan, misalkan kepikiran lagi untuk mengganti keyword silakan saja karena proses ini juga adalah cara untuk mengetahui berapa jumlah kompetitor yang akan kita hadang.

    Baca juga: Menentukan Fitur untuk Produk Digital

    Setelah ditemukan jumlahnya untuk masing-masing keyword. Ambil 2 keyword dengan hasil pencarian terbanyak. Dan jangan lupa juga ambil 2 keyword dengan hasil pencarian paling sedikit. Keyword ini nantinya akan menjadi nama disalah satu blog yang anda bangun. Misalkan keyword dengan saingan terberat disimpan di Blogger sementara keyword dengan saingan terendah disimpan di WordPress atau sebaliknya. Jika sudah ditentukan, mari kita lanjutkan proses registrasi di Blogger dan WordPressnya.

    Konsep Deskripsi situs

    Setelah proses registrasi selesai, mari kita akan buat menu kategori. Menu kategori ini berasal dari pengembangan tema yang telah kita tentukan melalui keyword yang ada. Dan jangan lupa juga, buat deksripsi sebaik mungkin maksimum 150 karakter untuk menunjukan situs anda ini berisi apa. Sehingga, kalau anda nanti mau iseng-iseng searching di google atau bing bisa menggunakan serpihan kalimat yang ada didalam deksripsinya.

    Memilih Domain name

    Bagi yang belum tahu apa itu domain name itu yang ada dot com, dot net, dot co dot id. Biasanya sebelum yang ada dot itu ada satu kata dulu yang mencerminkan namanya seperti TKNURI dot NET, Nyingspot dot com. Ketika nama domain disusul nama dot com / net itu sering disebut TLD atau Third Level Domain yang mana TLD ini memiliki kekuatan khusus didalam hasil pencarian / Search Engine Result Page (SERP). TLD ini biasanya bayar ke penyedia Hosting / ke Registrar dengan minimal sewa 1 tahun. Sementara jika anda membuat dengan Blogger atau WordPress yang gratis, maka anda hanya akan mendapatkan subdomain seperti SATE-AYAM-ANDALAN.WORDPRESS.COM atau PECEL-TRADISIONAL-ANDALAN.BLOGSPOT.COM. Meskipun ini akan berpengaruh pada nilai SERP, tapi kita akan abaikan dulu hal ini dan kemudian tentukan nama subdomain yang akan digunakan oleh Blog anda. Jika hal ini telah selesai, selamat anda sudah memiliki setidaknya 2 produk digital yang akan anda kelola.

    Demikian semoga membantu. Lanjut ke artikel Bagian 2.