Petualangan mencari Co-Founder

Jangan pernah berfikir, bahwa akan ada co-founder datang sendiri. Karena Co-Founder itu lebih ibarat pasangan hidup.
25  
       

Tantangan yang paling lazim dihadapi oleh setiap pengusaha adalah kurangnya rekasi, minat atau keterampilan yang kuat untuk melakukan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun startup mereka. Meskipun bisa saja dapat dilakukan oleh karyawan, namun hal itu membuang waktu dan uang yang cukup lumayan. Jawaban yang tepat adalah menemukan co-founder dengan keterampilan saling melengkapi.

Seperti pepatah modern bilang “Dua Kepala Lebih Baik untuk Membangun Startup”. Itulah sebabnya harus ada Co-Founder, karena bisa jadi menjadi tolak ukur untuk mencari keputusan, saling berbagi cita-cita, berjuang melawan resiko dan kerugian dan masih banyak lagi. Dan juga, tanpa co-founder, investor lebih tidak yakin untuk perusahaan atau startup yang single-fighter.

Jangan pernah berfikir, bahwa akan ada co-founder datang sendiri. Karena Co-Founder itu lebih ibarat pasangan hidup. Dimana Chemistry dan Passion adalah suatu barang yang sangat mahal yang harus sudah melekat dalam Co-Founder. Berikut ini adalah beberapa skenario petualangan dalam mencari Co-Founder.

Buat JobDes

Dalam petualangan mencari Co-Founder  memang penting untuk merinci seberapa jauh kebutuhannya seperti apa. Carilah kelemahan dan kekuatan yang di ingin dibutuhkan oleh perusahaan, kemudian catatlah didalam Job Description. Jadi ketika kita sudah menemukan “Sang Calon” minimal kita sudah mempunya kriteria minimum dan maksimumnya.

Co-Founder adalah Investor Pertama

Nah ini dia, hal yang tidak kalah pentingnya. Ketika kita menemukan co-founder, bisa jadi itu adalah investor pertama buat perusahaan yang ingin kita bangun. Apa saja yang menjadi investasi? Tentu saja yang paling mendasar adalah pikiran dan tenaga. Sementara, jikalau nanti sang Co-Founder mengucurkan dana, bisa jadi itu adalah networking investor pertama buat perusahaan kita.

Mencari Co-Founder di komunitas bisnis

Jaman sekarang sebetulnya tidak sulit, komunitas bisnis banyak sekali bukan hanya offline ada juga online. Meskipun mencari online dan offline memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi hal ini patut dicoba. Seperti contoh mencari di linked in yang merupakan situs web yang menyediakan direktori profesional seluruh dunia. Kemudian bisa juga kita mencari lewat seminar bisnis, coaching, dan lain sebagainya.

Mengunjungi Tempat Sekolah atau Kuliah

Mencari Co-Founder bisa juga dengan cara mengunjungi Guru, Dosen, ataupun kolega anda di SMA ataupun dikampus. Biasanya cara ini cepat berhasil, karena sudah kenal sehingga tinggal mengutarakan misi masing-masing apakah akan cocok atau tidak. Bukan hanya itu, kita bisa juga mengukur seberapa jauh komitmen yang ada.

Mencari seseorang dengan latarbelakang yang berbeda

Memulai bisnis memang perlu menyatukan berbagai macam cabang ilmu, baik itu proses produksinya, tekniknya, bahkan keuangannya. Sehingga mencari Co-Founder dengan latarbelakang yang berbeda dapat meringankan beban perusahaan. Namun, tantanganya menjadi semakin besar, karena mungkin orang baru ini sulit memahami kita karena memiliki latarbelakang yang berbeda. Hal ini bisa disiasati dengan cara memupuk chemistry dengan memberikan motivasi moral dan lebih sering mengadakan sharing session.

Semoga artikel ini dapat membantu.

Salaam.