Buat Olshop mendingan di Tokopedia atau di Bukalapak?

Artikel ini mungkin agak telat, tapi ini biasanya banyak ditanyakan. Bagaimana cara membuat Olshop atau Toko Online? Beberapa ada yang mengira bahwa toko online itu di cukup di whatsapp, BBM, Facebook, dan ada juga seperti Tokopedia atau Bukalapak. Padahal buat web jualan sendiri juga itu adalah online shop hehehe. Namun yang harus dipertanyakan bukanlah platformnya, melainkan seberapa banyak penjualan (sales) yang terjadi diantara masing-masing platform itu.

Sekilas Tentang Tokopedia dan Bukalapak

Menurut wikipedia, Tokopedia.com resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Sementara Bukalapak, didirikan oleh Achmad Zaky pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia yang berbasis di Jakarta. Namun, Bukalapak baru berstatus sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT) pada September 2011 dan dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Office) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer).

Jadi tenang aja, untuk yang baru mau buka Olshop atau toko online di Bukalapak atau Tokopedia itu sudah terjamin status perusahaanya. Sehingga dengan adanya status PT ini, diharapkan para UKM yang mau berjualan memiliki simbiosis mutualisme yang dapat menumbuhkan usaha sektor mikro.

Konsep Bisnis

Baik Bukalapak maupun Tokopedia mengusung konsep bisnis marketplace atau dalam bahasa Indonesianya yaitu pasar. Dimana dalam platform tersebut adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli secara online, mulai dari customer support nya, diskusinya, serta pembayarannya dilakukan secara online.

Pembayaran Online

Pembayaran ini adalah hal yang paling sulit. Karena ini berhubungan dengan uang, ini akan menjadi masalah yang cukup kritis bahkan untuk sekaliber Bukalapak maupun Tokopedia. Sehingga, masing-masing dari mereka mengusung rekening bersama dimana konsumen tidak langsung transfer atau membayar ke penjual secara langsung.
Dengan demikian, pembayaran di toko online tidak seperti di pasar tradisional, dimana pembayaran dilakukan barangterlebih dahulu. Setelah pembayaran diterima oleh pihak Platform, kemudian platform menyuruh penjual untuk mengirimkan barangnya terlebih dahulu. Ketika barang sudah sampai dikonsumen, barulah uang pembayaran dilakukan pencairan. Biasanya pencairanya pun tidak instan, biasanya ada jeda beberapa hari.

Advertising

Sudah tidak diragukan lagi, kalau masalah advertising baik Tokopedia maupun Bukalapak sudah sangat gencar. Untuk kota-kota besar di Indonesia, hampir rata sudah kenal dengan Tokopedia dan Bukalapak. Bahkan Tokopedia mengizinkan penjual untuk mengupgrade kemampuan penjual dengan cara membuat membership premium. Sehingga produk-produk yang sudah premium bisa selalu muncul teratas. Demikian juga dengan Bukalapak. Tapi ingat, konsumen kita sudah sangat selektif. Boleh menjadi premium tapi apakah mendongkrak sales? Nah ini sebetulnya masalah ini yang harus kita cari bersama.

Keuntungan

Mari kita kesampingkan dulu keuntungan pribadi, kali ini kita akan membahas apa keuntungan yang diraih oleh masing-masing platfom. Karena disinilah seharusnya para Olshop bermain kita harus benar-benar selektif sehingga kita bisa mendeliver sales yang baik.

Membership

Biasanya para platform ini mengutamakan gold member atau apapun itu istilahnya. Ini memang benar, tapi tidak menjamin salesnya bagus. Ini hanya mendorong secara psikologis terhadap konsumen.

Perang Harga

Mau seberapa besar diturunkan harganya pun tidak akan menjamin bagus salesnya. Sebagai penjual disini kita hanya akan jadi korban, karena ketika kita menurunkan harga otomatis keuntungan berkurang bahkan rugi. Ketika kita rugi para platform tidak akan merasa rugi. Sebetulnya ini adalah salah satu tujuan para platform Gratis ini yaitu menekan harga secara minimum. Jadi, jualah harga secara wajar.

Kebanyakan Dropshiper

Lambat laut, konsumen dari Tokopedia maupun Bukalapak akan sadar, bahwa kebanyakan para penjualnya adalah reseller. Kenapa demikian? Hal yang pertama itu adalah biasanya lama shipping, konsumen tahunya barang posisi ada di kita. Sementara, barang itu posisinya ada di produsen atau di supplier. Ini bisa jadi masalah. Maka ikutlah tren dropshiper sementara konsumen belum sadar.

Terus harus bagaimana?

Pertama-tama tidak usah memilih, kita coba pakai keduanya. Masukan semua produk kedalam platform tadi. Selama itu menguntungkan mari kita manfaatkan fasilitas platform ini dengan maksimal. Namun, jangan terlena juga karena suatu saat bisnis ini akan padam atau “memadamkan” bisnis kita. Tentu saja, sebelum hal itu terjadi kita harus punya exit plan yang baik. Sementara, ketika kita ingin premium member pilihlah yang memang sales nya sudah lumayan bagus. Karena sales itu adalah satu-satunya tolak ukur keberhasilan Olshop Toko Online kita.

Demikian, semoga membantu.

nyingspot: Blog Seputar Bisnis Teknologi. Temukan hal menarik tentang bisnis dan teknologi hanya di nyingspot.com
Artikel Lainnya

This website uses cookies.